Kemensos Lakukan Bimtek untuk Penerima Kube di Sumatera Utara | Liputan 24 Sumatera Utara
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kemensos Lakukan Bimtek untuk Penerima Kube di Sumatera Utara

Posted by On 5:29 AM

Kemensos Lakukan Bimtek untuk Penerima Kube di Sumatera Utara

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepada masyarakat penerima bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube). Kube merupakan wadah masyarakat miskin untuk melaksanakan usaha bersama secara berkelompok dengan tujuan meningkatkan pendapat.

"Harapan kita dengan bantuan Kube ini bisa menguatkan ekonomi keluarga dengan adanya usaha dan meningkatnya pendapatan keluarga penerima Kube itu sendiri," ujar Kepala Bagian PP Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Charles Purnama, saat memberikan bimtek penerima manfaat Kube PKH di Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sabtu (20/10/2018).

  • Yayasan Perempuan untuk Negeri (PUN) Gelar Pertunjukkan Drama Musikal Bantu Korban Gempa Lombok
  • Kemensos Bangun Sinergitas dalam Rangka Wujudkan Penyaluran Bansos Tepat, Cepat, dan Akurat
  • Kemensos Lakukan Ases men Cepat Perlindungan Anak di NTB

Charles mengatakan, jenis usaha Kube bermacam-macam tergantung kemampuan masyarakat. Misalnya, bertani, beternak, dan berdagang. Kemensos tidak pernah memaksakan suatu jenis usaha kepada masyarakat penerima Kube.

"Karena kalau kita paksa mereka dengan usaha yang mereka tidak paham, Kemensos akan ikut hancur lebur. Sebab, kita harus mengeluarkan biaya besar untuk memberikan keterampilan secara masif," ucapnya.

Charles pun berharap dengan adanya bantuan ini dapat terjadi peningkatan ekonomi dalam kelompok keluarga dan bisa meninggalkan kemiskinan. Peningkatan ekonomi karena keberhasilan usaha mereka sendiri.

Penerima bantuan kube

Bisnis budidaya ikan Kube Hota Godang didirikan di Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, sejak 7 Juli 2014. Kepala Dusun XI Huta Godang Desa Pulo Dogom berinisiatif mendirikan bisnis ini untuk menjadi wadah bagi anggota yang memiliki keterampilan tetapi tidak memiliki modal.

Kube Budidaya Ikan
Budidaya ikan Kube Hota Godang di Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.

Kube Huta Godang juga mendapat bantuan dana dari Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp 20juta. Bantuan ini digunakan untuk membeli indukan lele berjenis sangkuriang dan pyton sebanyak 40 pasang masing-masing.

"Awal mula terbentuknya pembenihan ikan lele karena pada waktu itu kerjaan susah (untuk anggota), karena cuma menjadi buruh di pabrik dengan ekonomi yang pas pasan. Ambil benih indukan dari Sukamandi Jawa Barat yang sudah bersertifikat," ujar Ketua Kube Huta Godang, Dedi Kurniawan.

Kube Hota Godang pun terus mengalami perkembangan yang signifikan. Ia mengatakan, jumlah kolam di sana telah bertambah dari satu petak menjadi 85 petak.

Omset penjualannya juga terus meningkat, bisa mencapai Rp 90juta per bulan. Selain itu, keberadaan Kube Huta Godang juga membawa berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Pihak pengurus Kube Huta Godang sepakat untuk memberikan bantuan beternak ikan secara gratis kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Dusun Huta Godang. Mereka juga memberikan pelatihan budidaya ikan secara cuma cuma.

Para pendamping yang terlibat telah mengikuti pembimbingan pemantapan di Sumatera Utara.

"Pendamping mampu mengkoordinasikan seluruh anggota kelompok Kube untuk mencapai kesuksesan usahanya, serta mendampingi rapat umum yang bertujuan untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada di kelompok tersebut," ucap salah seorang pendamping, Hendra Cahyono.

Pertemuan kunjungan rutin dilakukan minimal dua kali dalam satu bulan. Total ada 10 kelompok yang mendapat pendampingan.

Selain Kube Huta Godang, Kube lain di Sumatera Utara yang mendapat bantuan dari pemerintah adalah Kube Mawar. Kelompok yang terd iri dari 10 anggota ini sudah terbentuk sejak 2015 dan dipimpin oleh Ibu Ratna.

Kelompok tersebut memproduksi ikan asin hasil tangkapan para suami mereka yang berprofesi sebagai nelayan. Ikan asin ini kemudian dipasarkan kepada tengkulak atau ke rumah makan di pinggir laut.

Setelah mendapat bantuan pemerintah, kelompok mawar pun dapat memproduksi lebih banyak ikan asin yang tahan lama dan bisa diolah kapanpun.

(Adv)

Sumber: Berita Sumatera Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »