GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Gebernur Sumut Tidak Mau Terburu-buru Tentukan UMP Sumatera ...

Gebernur Sumut Tidak Mau Terburu-buru Tentukan UMP Sumatera ...

Gubernur Sumut Tidak Mau Terburu-buru Tentukan UMP Sumatera Utara UMP bukan semata-mata perkara menaikkan atau menurunkan nilai besaran upah, melainkan harus diketa…

Gebernur Sumut Tidak Mau Terburu-buru Tentukan UMP Sumatera ...

Gubernur Sumut Tidak Mau Terburu-buru Tentukan UMP Sumatera Utara

UMP bukan semata-mata perkara menaikkan atau menurunkan nilai besaran upah, melainkan harus diketahui rumusan yang jelas

Gubernur Sumut Tidak Mau Terburu-buru Tentukan UMP Sumatera UtaraNETIlustrasi.

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN-Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi belum bisa menjawab perkiraan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut 2019 sebesar Rp 2.303.402. Dia menyebut harus mengetahui betul rincian kebijakan menaikkan UMP sebesar 8,03 persen yang sebelumnya disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, Senin (22/10/2018).

Menurut Edy, UMP bukan semata-mata perkara menaikkan atau menurunkan nilai besaran upah, melainkan harus diketahui rumusan yang jelas tentang faktor kenapa harus dinaikkan. Hal ini pula kata dia ingin diketahui lebih detil sehingga tidak salah ketika nanti mengambil sebuah keputusan.

"Jadi bukan perkara menaikkan atau menurunkan. Kalau tiba-tiba (UMP) dinaikkan tapi pengusaha tidak mampu, kan tutup (perusahaan) semuanya," ucap Edy Rahmayadi.

Sebelumnya, Kemenaker menetapkan kenaikan UMP 2019 sebesar 8,03 persen. Pengumuman kenaikan UMP ‎ini akan dilaksanakan secara serentak pada 1 November 2018. Seperti dikutip Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8.240/M-Naker/PHI9SK-Upah/X/2018 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2018 per tanggal 15 Oktober 2018, gubernur diwajibkan untuk menetapkan UMP 2019.

Selain berdasarkan besaran kenaikan yang ditetapkan pemerintah, kenaikan UMP juga dengan memperh atikan rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi. "UMP tahun 2019 ditetapkan dan diumumkan oleh masing-masing gubernur secara serentak pada tanggal 1 November 2018," ‎ujar SE tersebut.

Otak Pelaku Pembunuh Muhajir Sekeluarga Tewas Ditembak, Melawan saat Disergap Polisi

3 Bocah Samosir Pengidap HIV Dilarang Sekolah, Terancam Diusir Masyarakat ke Luar Kabupaten

Selain itu, Edy juga dapat (tidak wajib) menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) untuk kabupaten/kota tertentu, yang mampu membayar upah minimum lebih tinggi dari UMP. UMK tahun 2019 ditetapkan dan diumumkan selambat-lambatnya pada 21 November 2019. UMP dan UMK yang ditetapkan oleh gubernur berlaku terhitung mulai 1 Januari 2019, menurut surat tersebut.

Sementara pada 2019, ada delapan provinsi yang harus menyesuaikan UMP sama dengan KHL, antara lain Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Malu ku dan Maluku Utara. Perhitungan kenaikan UMP 2019 untuk provinsi yang telah memenuhi KHL dan yang belum memenuhi KHL juga berbeda. Jika yang telah memenuhi KHL, maka perhitungan kenaikannya yaitu UMP tahun berjalan dikalikan dengan 8,03 persen.

Hotman Paris Hutapea Akhirnya Bicara Soal Pilpres 2019, Ini Pilihannya!

Soeharto - Kisah saat Ditampar Perwira Tampan, Cerita Awal Kawilarang Lapor Presiden Soekarno . . .

Khusus provinsi yang belum memenuhi KHL, maka UMP tahun berjalan dikalikan dengan 8,03 persen ditambah dengan persentase untuk memenuhi KHL. Besaran persentase masing-masing provinsi berbeda-beda sesuai dengan besaran kenaikan untuk mencapai nilai KHL.

Adapun nilai UMP Sumut sesuai hasil simulasi dari persentase kenaikan 8,03% yang ditetapkan menaker, yakni Rp 2.303.402. Artinya merujuk kenaikan 8,03% itu, besaran kenaikan UMP Sumut 2019 adalah Rp 171.214 dari UMP 2018 yang nilainya sebesar Rp 2.132.188.

Bayi Wahyuni Segera Jalani Operasi Lanjutan Pascacangkok Kulit Paha ke Kepala

Anggota DPRD Medan Heran Jembatan Sicanang Ambruk, Minta Pemko Medan Berikan Penjelasan

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Satia Editor: Joseph W Ginting Sumber: Tribun Medan Ikuti kami di Jadi Pocong Pakai Mukena Nenek untuk Takuti Warga, 2 Remaja di Depok Dihukum Tidur di Kuburan Sumber: Berita Sumatera Utara

No comments