Oknum Dokter Kasus Korupsi Vaksin Umrah di Pekanbaru Diringkus ... | Liputan 24 Sumatera Utara
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Oknum Dokter Kasus Korupsi Vaksin Umrah di Pekanbaru Diringkus ...

Posted by On 11:38 PM

Oknum Dokter Kasus Korupsi Vaksin Umrah di Pekanbaru Diringkus ...

Oknum Dokter Kasus Korupsi Vaksin Umrah di Pekanbaru Diringkus Setelah Empat Tahun DPO

Empat tahun sudah drg Marianne Donse Tobing lari dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru sejak ditetapkan sebagai tersangka.

Oknum Dokter Kasus Korupsi Vaksin Umrah di Pekanbaru Diringkus Setelah Empat Tahun DPOTribun MedanKejati Sumut dan Kejari Pekanbaru merilis tangkapan DPO Marianne Donse Tobing yang didakwa korupsi vaksin maningitis untuk jemaah umrah Pekanbaru tahun 2011-2012, Jumat (27/7/2018) tengah malam di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Laporan Wartawan Tribun Medan, Alija Magribi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Empa t tahun sudah drg Marianne Donse Tobing lari dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru sejak ditetapkan sebagai tersangka.

Puncaknya, Jumat (27/7/2018) tengah hari saat membeli ulos di kampung halaman orangtuanya di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, ia dibekuk tim Asintel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang dipimpin Leo Simanjuntak.

Selain drg Marianne Donse Tobing terlibat pula dua nama lainnya yaitu dr Iskandar yang masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Pekanbaru dan nama terakhir dr Suyitno ditengarai telah menyelesaikan masa hukumannya.

Ketiganya merupakan pegawai Kantor Kesehatan dan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru yang menjadi terdakwa dalam korupsi vaksin maningitis untuk jemaah haji tahun 2011 dan 2012.

"Sebenarnya selain Marianne Donse Tobing ada nama lain yang terlibat yaitu dr Iskandar, dia masih DPO dan dr Suyitno. Ketiganya pegawai KKP yang korupsi vaksin maningitis. Namun setelah lalui proses hukum dan rencana ditahan dr Marianne Donse i tu hamil, ditangguhkan kemudian lari sama seperti dr Iskandar saat itu kecelakaan patah kaki kemudian lari dan masih DPO kita," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Suripto Erianto.

Baca: Prabowo: Koalisi Gerindra, PKS dan PAN Sudah De Facto

"Sesuai putusan PN Pekanbaru, Maria Donse Tobing terbukti melanggar pasal 12e Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Jo umdang undang Nomor 21 tahun 2001 yaitu kurungan penjara badan selama empat tahun, denda 200 juta rupiab dengan uang pengganti senilai 6,5 juta rupiah," kata Suripto dalam press release yang digelar di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Jalan AH Nasution, Medan Jumat tengah malam.

Selama proses press rilis digelar, terdakwa Marianne Donse Tobing tampak menangis dan menyebut nama Tuhan.

Kendati melakukan upaya hukum lain ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru dan Mahkamah Agung November 2014, putusan terhadap Marianne Donse Tobing justru menguatkan putusan Pengadilan Negeri Pekanbar u sebelumnya.

Atas perbuatan terdakwa drg Marianne Donse Tobing negara mengalami kerugian senilai Rp 587.370.000.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Dewi Agustina Sumber: Tribun Medan Ikuti kami di Kenakan Gaun Pengantin, Wanita Ini Umumkan ke Tamu Undangan Calon Suaminya Kabur di Hari Pernikahan Sumber: Berita Sumatera Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »