Modus 'Titip Uang' Dalam Kasus Dugaan Suap Bupati Labuhanbatu ... | Liputan 24 Sumatera Utara
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Modus 'Titip Uang' Dalam Kasus Dugaan Suap Bupati Labuhanbatu ...

Posted by On 2:18 AM

Modus 'Titip Uang' Dalam Kasus Dugaan Suap Bupati Labuhanbatu ...

Modus 'Titip Uang' Dalam Kasus Dugaan Suap Bupati Labuhanbatu Sumatera Utara

Wakil Ketua KPK aut Situmorang mengungkapkan, pihaknya menemukan modus baru dalam kasus dugaan suap

Modus 'Titip Uang' Dalam Kasus Dugaan Suap Bupati Labuhanbatu Sumatera UtaraTRIBUNNEWS/HERUDINGedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). Seluruh kegiatan KPK akan pindah ke gedung baru pada akhir tahun ini. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNPEKANBARU.com -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang mengungkapkan, pihaknya menemukan modus baru dalam kasus dugaan suap proyek-proyek di li ngkungan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Selatan, Tahun Anggaran 2018 yang melibatkan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap.

"KPK telah mengungkap modus baru yang dilakukan oleh para pelaku. Yaitu, modus menitipkan uang dan kode proyek. Beberapa cara-cara baru dilakukan untuk mengelabui penegak hukum," ujar Saut dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (18/7/2018) malam.

Pelaku yang terlibat dalam kasus ini menggunakan kode rumit untuk daftar proyek dan perusahaan mana yang mendapatkan jatah.

Kode ini berupa kombinasi angka dan huruf yang jika dilihat secara kasat mata tidak akan terbaca sebagai sebuah daftar jatah dan komisi proyek di Labuhanbatu.

"Pihak penerima dan pemberi tidak berada di tempat saat uang berpindah," kata Saut.

Baca: VIDEO: Saat Gajah Buta dan Tua Dihibur dengan Musik Piano, Momennya Sangat Langka

Selain itu, uang yang ditarik dari cek sebesar Rp 576 juta dilakukan pada jam kantor oleh pihak yang disuruh memberi di sebuah bank.

Dalam kasus ini, uang ditarik oleh orang kepercayaan pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi Effendy Sahputra, berinisial AT.

Sebanyak Rp 16 juta diambil untuk dirinya sendiri. Sementara Rp 61 juta ditransfer ke Effendy, sedangkan Rp 500 juta disimpan dalam tas keresek dan dititipkan ke petugas bank dan kemudian AT pergi meninggalkan bank.

Uang itu nantinya akan diambil oleh orang kepercayaan Pangonal, Umar Ritonga.

"Selang beberapa lama, pihak yang diutus penerima mengambil uang tersebut," ungkap Saut.

Baca: Bupati Inhu Yopi Arianto Beberkan Alasan Mundur Sebagai Ketua DPD Golkar Inhu

Halaman selanjutnya 123
Editor: David Tobing Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Begini Awal Mula Putri Denada Ketahuan Terkena Leukemia Sumber: Berita Sumatera Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »