GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Uji Coba Mindi Kodam, Kurangi Serangan Hama Tikus

Uji Coba Mindi Kodam, Kurangi Serangan Hama Tikus

Panen ikan dan padi untuk Mindi Kodam di subak Begawan Kaja Banjar Dinas Apit Yeh desa Gunung Salak Selemadeg Timur beberapa waktu lalu. (BP/san)TABANAN, BALIPOST.com â€" Taba…

Uji Coba Mindi Kodam, Kurangi Serangan Hama Tikus

hama
Panen ikan dan padi untuk Mindi Kodam di subak Begawan Kaja Banjar Dinas Apit Yeh desa Gunung Salak Selemadeg Timur beberapa waktu lalu. (BP/san)
TABANAN, BALIPOST.com â€" Tabanan melakukan uji coba Mina Padi Kolam Dalam (Mindi Kodam) di subak Begawan Kaja Banjar Dinas Apit Yeh Desa Gunung Salak Selemadeg Timur. Pada lahan seluas tujuh are diterapkan sistem penanaman padi disertai dengan kolam ikan disekililingnya.

Mindi Kodam sendiri dapat diartikan lahan persawahan untuk kegiatan tanaman padi dan kolam ikan dilakukan bersamaan dengan perbandingan bagian kolam maksimal 20 persen dari lahan dengan kedalaman minimal 80 centimeter. Mindi K odam ini memiliki beberapa kelebihan. Karena selain memanen padi, petani juga memanen ikan sekaligus menekan serangan hama tikus.

Hal ini dipaparkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Made Subagia, Senin (4/12). Menurutnya, dari pengakuan petani yang menerapkan Mindi Kodam ini, serangan tikus yang biasa menyerang lahan pertanian menjadi berkurang dan bisa ditekan. Selain itu juga membantu menekan penyemaian rumput maupun tanaman penganggu lainnya karena menjadi makanan ikan yang dipelihara dalam kolam yang mengelilingi lahan padi. ‘’Uji coba dilakukan di kelompok pembudidaya ikan mina Tirta Pertiwi Subak Begawan Kaja,’’ujarnya.

Selain bisa menekan hama tikus, petani juga mendapatkan keuntungan yang lumayan dari modal yang dikeluarkan. Untuk lahan seluas tujuh are modal yang dikeluarkan kelompok dari membeli bibit, pupuk sampai pengolahan dan pembuatan kolam adalah Rp 5.211.000. Pada luasan tersebut dihasilkan 350 kilogram padi yang kemudian dijual berupa gabah kering seharga Rp 4200 per kg. Sementara untuk ikan berhasil dipanen 371 kilogram ikan nila yang dijual seharga Rp 20 ribu per kilo. Untung kotor dari penjualan panen padi dan ikan adalah Rp 8.890.000 sehingga untuk bersih yang didapatkan petani adalah Rp 3.679.000.

Baca juga: Hektaran Padi di Sulahan Diserang Blas

Menurut Subagia, saat ini program Mindi Kodam di Tabanan masih dilakukan secara swadaya oleh petani dan belum mendapatkan bantuan dari pusat. Selain kelompok, program ini juga mulai dilirik petani perseorangan. Syarat menerapkan Mindi Kodam ini sendiri adalah luasan lahan minimal lima are dan memiliki sumber air sepanjang tahun. Jika ada petani maupun kelompok tani yang hendak menerapkan mindi kodam, kata Subagia bisa berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan.

’’Kami juga menggandeng Dinas Pertanian dalam hal melakukan penyuluhan mengenai Mindi Kodam ini. Tetapi bagi petani yang menerapkan sistem ini bisa datang ke Dinas Perikanan d an Kelautan Tabanan,’’ujarnya. (wira sanjiwani/balipost)

Sumber: Google News | Liputan 24 Salak

No comments