www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Najahan Sebut Paham Radikalisme Tak Hanya di Solo Raya, Sudah Berkembang di Wilayah Ini

Posted by On 2:11 AM

Najahan Sebut Paham Radikalisme Tak Hanya di Solo Raya, Sudah Berkembang di Wilayah Ini

Najahan Sebut Paham Radikalisme Tak Hanya di Solo Raya, Sudah Berkembang di Wilayah Ini

Ia menjelaskan, gerakan radikalisme dan terorisme terus berlangsung belum berhenti. Di Jateng paham-paham tersebut masih berkembang

Najahan Sebut Paham Radikalisme Tak Hanya di Solo Raya, Sudah Berkembang di Wilayah IniTRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAFNajahan Musyafak

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Terorisme (FKPT)'>Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, Najahan Musyafak berharap kesepakatan yang dilakukan antara Polda, NU, dan Muhammadiyah segera diwujudkan dengan aksinyata.

Ditemui di Patra Jasa Hotel, Rabu (6/12/2017), ia menjelaskan upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

"Harus bersama-sama, hari ini Polda, NU dan Muhammadiyah sudah melakukan Mou dan ini harus ditindaklanjuti secara nyata. Karena gerakan radikalisme itu semakin nyata makanya tindakan juga harus nyata kalau tidak kita akan ketinggalan satu step satu step," beber dosen UIN Walisongo tersebut.

Ia menjelaskan, gerakan radikalisme dan terorisme terus berlangsung belum berhenti.

Menurutnya, di Jateng paham-paham tersebut masih berkembang di beberapa daerah.

"Sekarang bukan hanya di Solo Raya, namun di daerah lain seperti Kendal, Batang, Pekalongan sampai Pantura Barat itu berkembang paham-paham ini, kita hanya tidak mengekspose saja," jelas Najahan.

Oleh karena itu, menurutnya upaya preventif untuk melawan pemahaman-pemahaman itu dengan sosialisasi memang sangat perlu.

M enurutnya semakin tebal keimanan, semakin sering masyarakat disadarkan maka semakin kuat imunitas dari paham radikal.

"Hari ini Polda, NU, dan Muhammadiyah dua organisasi massa terbesar sudah melakukannya, harapan saya instansi lain juga misalnya kementerian pendidikan atau keagamaan," jelasnya.

Keterlibatan pihak lain itu menurutnya perlu untuk meluruskan kajian-kajian agama yang akhir-akhir ini sering dilakukan mahasiswa, atau golongan-golongan tertentu.

"Jadi nanti jika ada kajian ideologis agama bisa dilihat tempatnya, jika di kampus atau lembaga pendidikan maka kementerian pendidikan yang masuk ke sana, jika di masjid ya kemenag, begitu jadi semua terpantau," pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf Editor: galih permadi Sumber: Tribun Jateng Ikuti kami di Dituding Siarkan Langsung Pornografi Anak di Facebook, TKW Ini Alami Nasib Apes Sumber: Google News | Liputan 24 Raya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »