Danlantamal Kecewa Kurir Narkoba Asal Malaysia Dilepas | Liputan 24 Sumatera Utara
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Danlantamal Kecewa Kurir Narkoba Asal Malaysia Dilepas

Posted by On 7:48 PM

Danlantamal Kecewa Kurir Narkoba Asal Malaysia Dilepas

PINANG â€" Komandan Pangakalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno kecewa lantaran dua kurir narkoba Zul Fikri (21) dan Nurhaimi (42), berkewargaan Malaysia yang ditangkap TNI AL dilepas dengan alasan kurang alat bukti. Padahal, masalah narkoba di Indonesia sudah menjadi musuh nasional.

“Berdasarkan kewenangan, rekan-rekan kepolisian merasa tidak cukup bukti, itu hak mereka. Kami sebagai pelaksana yang menangkap di lapangan jelas tidak puas (dua kurir tersebut dilepaskan),” ujar Eko di Mako Lantamal IV, Batu Hitam, Tanjungpinang, Senin (4/12/2017).

Eko mengatakan, informasi yang sampai kepadanya, kedua WN Malaysia itu dilepas karena bukti tidak cukup kuat untuk dimasukkan ke ranah Undang-Undang psikotropika. Keduanya hanya dijerat dengan kasus Keimigrasian hingga akhirnya dipulangkan ke negara asal. Padahal, dari tangan ked ua kurir itu, anggota TNI AL menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 3 kilogram (kg), 2.132 pil ekstasi, dan 2.250 pil happy five (H5). “(Kepolisian) Mereka yang lebih tahu, kewenangannya ada di kepolisian, kami hanya menangkap dan serahkan,” kata dia.

Menurut Eko, dengan dibebaskan kedua kurir sabu itu, menjadi pelajaran bagi TNI AL. Meski kecewa, ia menegaskan, jajarannya akan tetap melawan dan memberantas para pelaku dan penyelundup narkoba di wilayah hukum kerja Lantamal IV. “Kasus ini menjadi pelajaranlah buat kami. Nanti proses penangkapan bisa lebih dilengkapi lagi yang kurang. Yang jelas, kami akan terus perangi pelaku narkoba,” kata Eko.

Kedua kurir, Zul Fikri dan Nurhaimi ditangkap bersama Awang Jufri (38) oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Western Fleet Quick Response (WFQR) IV dan Lanal Tanjungbalai Karimun di Perairan Timur Pulau Tekong Hiu Tanjungbalai Karimun, Oktober lalu. Penangkapan diawali dari laporan nelayan tentang adanya speedboat tidak dikenal dan mencurigakan melintas dengan kecepatan tinggi di perairan Tekong Hiu dari Kukup Malaysia.

muhammad bunga ashab

Sumber: Google News | Liputan 24 Tanjungbalai

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »