GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

BPCB Sumbar Temukan Puluhan Lukisan Manusia "Kangkang" di ...

BPCB Sumbar Temukan Puluhan Lukisan Manusia "Kangkang" di ...

BerandaPeristiwa BPCB Sumbar Temukan Puluhan Lukisan Manusia "Kangkang" di Gua Lidah Aia
Senin,04 Desember 2017 - 21:05:27 WIB
Reporter : Tim Redaks…

BPCB Sumbar Temukan Puluhan Lukisan Manusia "Kangkang" di ...

  • Beranda
  • Peristiwa
BPCB Sumbar Temukan Puluhan Lukisan Manusia "Kangkang" di Gua Lidah Aia
Senin,04 Desember 2017 - 21:05:27 WIB
Reporter : Tim Redaksi BPCB Sumbar Temukan Puluhan Lukisan Manusia Foto lukisan berwarna hitam menggambarkan manusia sedang menunggangi hewan. (Dok Arkeo Unja 2017)

Laporan: Khairul

TANAH TADAR, HARIANHALUAN.COM--Bulan Agustus lalu, dunia arkeologi sontak digegerkan dengan artikel dari majalah Nature dengan judul An early modern human presence in Sumatera 73.000-63.000 year ago (Kehadiran manusia modern awal di Sumatera 73.000-63.000 tahun lalu).

Artikel itu merupakan hasil penelitan tim ilmuwan dari Australia, Indonesia, Amerika Serikat, Jerman dan Inggris, dipimpin KE Westaway atau Kira Westaway dari Macquarie University Sydney, yang memastikan fosil gigi yang ditemukan Dubois di Goa Lida Ajer, memang fosil gigi manusia modern atau Homo Sapiens. Tim yang mengandalkan teknologi, meyakini gigi tersebut berusia antara 63 ribu hingga 73 ribu tahun lalu.

Dari hasil penelitian tersebut, Pulau Sumatera khususnya di Sumatera Barat menjadi lokasi tempat survei dan observasi bagi sejumlah kalangan, termasuk 6 mahasiswa Arkeologi Universitas Jambi dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar.

Pada Rabu (29/11), mereka mengunjungi Goa Lidah Aek. Survei dilakukan dalam rangka tugas mata kuliah Masa Prasejarah di Sumatera Barat, dengan lokus Gua Lidah Aia (Lidah Air). Goa Lida Ajer lebih dikenal penduduk Nagari Tungkar yang dulunya masuk wilayah Kabupaten Tanah Datar, dan baru pada 1950-an bergabung dengan Limapuluh Kota, sebagai Ngalau Lidah Aia.

Gua Lidah Air secara administarif berada di kawasan Perbukitan Kojai, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Sekitar 20 kilometer dari arah selatan Kota Payakumbuh. Secara astronomis berada pada titik koordinat S 0°19'06.6" E 100°35'37.3" dengan ketinggian 700 mdpl.

Gua Lidah Air berada pada lereng Bukit Sidayu. Sebelah utara berbatasan dengan Bukit Sidayu, sebelah selatan dengan Bukit Patopang, sebelah barat dengan Bukit Sidayu, dan sebelah timutnya berbatasan dengan Puncak Itiak.

Salah seorang mahasiswa, Anggun Wibowo Saputra menjelaskan, berdasarkan proses terbentuknya, Gua Lidah Air tergolong pada kategori Gua Kapur (Limenstone) yakni gua yang terjadi di dalam daerah batuan kapur/limenstone, akibat dari pengikisan air terhadap batuan kapur di dalam tanah.

Gua kapur inilah yang menjadi obyek penelusuran dan ekspoitasi bagi pecinta alam atau penelitian yang tidak habis-habisnya oleh para ilmuwan. Hal ini di sebabkan karena banyak daerah atau kawasan hunian yang berstruktur batuan kapur, sehingga gua-gua yang ada disekitarnya, bagaimana pun juga mempunyai pengaruh positif maupun negatif bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

    • 1
    • 2
    • Halaman Selanjutnya

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]


Follow @Haluan_
TULIS KOMENTAR BERITA LAINNYA
  • Rabu,01 November 2017 - 21:11:46 WIB

    Penemuan Menhir Raksasa di Limapuluh Kota, BPCB Sumbar Lakukan Survei

    Penemuan Menhir Raksasa di Limapuluh Kota, BPCB Sumbar Lakukan Survei TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM--Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, melakukan penjajakan awal terhadap penemuan menhir atau batu tagak raksasa di Limapuluh Kota, Rabu (1/11). .
Sumber: Google News | Liputan 24 Limapuluh

No comments