Liputan 24 Sumatera Utara | Liputan 24 Indonesia
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 8:15 AM

Sempat Kabur ke Sumatera Utara, Polisi Berhasil Ringkus ...

Sempat Kabur ke Sumatera Utara, Polisi Berhasil Ringkus Pembunuh Siswa SMAN 2 Langsa

Pelaku berinisial HKS (17) juga masih berstatus siswa kelas 3 salah satu sekolah kejuruan di Aceh Tamiang,

Sempat Kabur ke Sumatera Utara, Polisi Berhasil Ringkus Pembunuh Siswa SMAN 2 LangsaSERAMBINEWS.COM/ZUBIRKapolres Langsa memperlihatkan BB pisau digunakan tersangka membunuh korban. Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA -- Sat Reskrim Polres Langsa, meringkus HKS (17), pelaku pembunuhan M Faijal (17) siswa kelas 3 SMAN 2 Langsa, yang tewas, Rabu (18/7/2018) di jalan area tambak, Gampong Baroh, Kecamatan Langsa Lama.
Pelaku berinisial HKS (17) juga masih bersta tus siswa kelas 3 salah satu sekolah kejuruan di Aceh Tamiang, yang juga beralamat di kabupaten berjuluk Bumi Muda Sedia ini.
Namun hingga kini Polisi belum bisa menyimpulkan motif pelaku nekat melakukan pembunuhan ini, dengan alasan karena masih mendalami kasus tersebut.
Kapolres Langsa, AKBP Satya Yudha Prakasa SIK, saat menggelar konfrensi pers, Jumat (20/7/2018) sore di halaman Mapolres, mengatakan, tersangka ditangkap di rumah kerabatnya, di Sei Rempah, Serdang Bedagai, Sumut, pada Kamis (19/7/2018) malam.

Baca: Siswa SMAN 2 Langsa Meninggal Bersimbah Darah, Ada Dua Tusukan di Tubuhnya

Saat ditangkap, tersangka HKS juga bersama seorang wanita yang juga beralamat di Aceh Tamiang.
Wanita ini mengaku dibawa paksa oleh tersangka ikut bersamanya.
Kemudian jelas Kapolres, orang tua wanita yang berstatua siswi itu juga telah melapor ke polisi sehari sebelumnya, bahwa anaknya ini sudah satu hari tidak pulang ke rumah.
Sementara itu beredar isu di tengah masyarakat, kasus pembunuhan M Faijal ini diduga karena pelaku cemburu buta.
Tersangka merasa pacarnya yang juga satu sekolah dengan korban, diganggu oleh korban.
Ketika konfrensi pers itu, Kapolres didampingi Waka Polres, Kompol Budi Darma, Kasat Reskrim, Iptu Agung Wijaya Kusuma, Kapolsek Langsa Timur, Iptu Hasrul Arfandi, Kasubag Humas, Iptu Imran SE. (*)
Berita selengkapnya, baca Harian Serambi Indonesia, edisi Sabtu (21/7/2018).
Penulis: Zubir Editor: Yusmadi Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Berita Sumatera Utara

thumbnail

Posted by On 12:24 PM

Inilah 9 Kepala Daerah di Sumatera Utara yang Terjerat Korupsi ...

Angka Cerita

Inilah 9 Kepala Daerah di Sumatera Utara yang Terjerat Korupsi, Begini Modus dan Vonis Hukumannya

Total ada 9 kepala daerah di Sumatera Utara yang terjerat perkara korupsi. Begini modus dan perjalanan kasusnya!

Inilah 9 Kepala Daerah di Sumatera Utara yang Terjerat Korupsi, Begini Modus dan Vonis Hukumannyas3images.coroflot.comIlustrasi perkara korupsi

TRIBUNBATAM.ID-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Labuhan Batu, Sumatera Utara, Pangonal Harahap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (17/7/2018) malam.

Sejumlah barang bukti diamankan KPK, termasuk uang ratusan juta rupiah yang diduga sebagai suap terkait salah satu proyek infrastruktur di Kabupaten Labuhanbatu.

Pangonal menambah daftar panjang kepala daerah di Sumatera Utara yang terjerat korupsi. Berikut ini sembilan kepala daerah dari Sumatera Utara yang terjerat korupsi, baik yang sudah divonis maupun yang masih menjalani proses hukum :

Baca: BREAKINGNEWS: Sebelum Buang Jasad Supartini ke Dompak, Tersangka Putar-putar di Senggarang

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Baca: Beli Cincin Rp 187 Ribu di Pasar Loak, Saat Dijual Harganya Ternyata Rp 12 Miliar. Ini Kisahnya

Baca: Motif di Balik Kasus Supartini Mulai Terkuak, Gumpalan di Perut Korban Jadi Petunjuk

1. Pangonal Harahap, Bupati Labuhanbatu PH (48) ditangkap pada 17 Juli 2018 malam di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Dia ditangkap bersama empat orang lainnya.

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, mengatakan, KPK langsung membawa lima orang tersebut ke Gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Diduga terkait dengan proyek di PUPR setempat," kata Febri saat dikonfirmasi. Seperti diketahui, PH baru menjabat sebagai Bupati Labuhanbatu selama 17 bulan.

2. Gatot Pujo Nugroho, mantan Gubernur Sumatera Utara Mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho divonis 3 tahun penjara pada 14 Maret 2016 setelah dinyatakan terbukti memberikan suap kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan.
Istrinya, Evi Susanti, juga divonis 2,5 tahun penjara dalam kasus yang sama. Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK di Gedung PTUN Medan, 9 Juli, terhadap M Yagari Bhastara alias Gerry, pengacara dari Kantor Hukum OC Kaligis dan Partner yang pada saat itu diduga menyuap tiga hakim PTUN Medan serta seorang panitera, Syamsir Yusfan.

Gatot kembali divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta pada 24 November 2016. D ia dinyatakan terbukti melakukan korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) 2012 dan 2013 senilai Rp 4 miliar.

Kasus ini menyeret 38 anggota DPRD Sumut yang diduga menerima fee dalam persetujuan laporan pertanggungjawabab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD Sumut, pengesahan APBD Tahun Anggaran 2014-2015 serta penolakan hak interpelasi anggota DPRD Sumut dari Gatot Pujo Nugroho.

3. Rahudman Harahap, mantan Wali Kota Medan Rahudman menjalani hukuman 5 tahun penjara karena dinilai terbukti menyalahgunakan wewenang dalam penggunaan Dana Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa Kabupaten Tapanuli Selatan 2005 sebesar Rp 1,5 miliar.

Kasus yang menjeratnya ini terjadi saat dirinya menjabat sebagai Pj Sekda Tapsel. Awalnya, Rahudman sempat divonis tidak bersalah pada Pengadilan Tipikor di PN Medan pada 15 Agustus 2013. Jaksa Penuntut Umum (JPU) waktu itu menyayangkan vonis bebas dari hakim lalu mengajukan kasasi.

Halaman selanjutnya 123
Editor: Agoes Sumarwah Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Terungkap Motif Bos Properti Bunuh Wanita Hamil yang Mayatnya Ditemukan dalam Karung Sumber: Berita Sumatera Utara

thumbnail

Posted by On 3:56 AM

BMKG Prediksi Puncak 56 Titik Panas di Sumatera Utara Terjadi ...

BMKG Prediksi Puncak 56 Titik Panas di Sumatera Utara Terjadi pada Juli 2018

BMKG mencatat pada Juli 2018 ini merupakan titik puncak dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Utara.

BMKG Prediksi Puncak 56 Titik Panas di Sumatera Utara Terjadi pada Juli 2018Ilustrasi Panas

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan mencatat bahwa ada sekitar 56 titik panas (hot spot) yang ada di Sumatera Utara (Sumut).

BMKG mencatat pada Juli 2018 ini merupakan titik puncak dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Utara.

Kepala Bidang Informasi dan Data BMKG Wilayah I Medan, Syahnan mengatakan bahwa Bulan Juli merupakan puncak kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Utara dan juga propinsi lain.

"Kami memantau ada 56 titik panas yang menyebar. 56 titik hot spot tersebut dengan tingkat kepercayaannya diatas 50 persen, jadi yang kita pantau itu titik panasnya bukan kebakaran hutannya," kata, Syahnan, Kamis (19/7/2018).

Masih kata Syahnan, bahwa 56 titik panas yang tersebar tersebut yang paling banyak terdeteksi hot spot oleh BMKG adalah di dua wilayah yang ada di Sumut.

"Dua daerah paling banyak titik hot spotnya adalah Labuhan Batu dan Simalungun. Dua daerah itu paling diwaspadai karena daerah itu titik panas sering terjadi," ungkap Syahnan.

Lebih lanjut, Syahnan menerangkan, untuk di daerah pegunungan tingkat curah hujan tinggi. Jadi, kemungkinan titik hot spotnya kemungkinan kecil tapi tetap waspada terhadap sebaran asap.

"Kita imbau kepada masyar akat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan terutama di tempat lahan yang kering. Karena ditakutkan akan menyebabkan kebakaran hutan dan harus mematuhi peringatan dari pihak terkait," jelas Syahnan. (cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi Editor: Feriansyah Nasution Sumber: Tribun Medan Ikuti kami di Sempat akan Bocorkan Nama Cawapres, Kaesang Pangarep Ditegur Jokowi Sumber: Berita Sumatera Utara

thumbnail

Posted by On 2:18 AM

Modus 'Titip Uang' Dalam Kasus Dugaan Suap Bupati Labuhanbatu ...

Modus 'Titip Uang' Dalam Kasus Dugaan Suap Bupati Labuhanbatu Sumatera Utara

Wakil Ketua KPK aut Situmorang mengungkapkan, pihaknya menemukan modus baru dalam kasus dugaan suap

Modus 'Titip Uang' Dalam Kasus Dugaan Suap Bupati Labuhanbatu Sumatera UtaraTRIBUNNEWS/HERUDINGedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). Seluruh kegiatan KPK akan pindah ke gedung baru pada akhir tahun ini. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNPEKANBARU.com -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang mengungkapkan, pihaknya menemukan modus baru dalam kasus dugaan suap proyek-proyek di li ngkungan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Selatan, Tahun Anggaran 2018 yang melibatkan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap.

"KPK telah mengungkap modus baru yang dilakukan oleh para pelaku. Yaitu, modus menitipkan uang dan kode proyek. Beberapa cara-cara baru dilakukan untuk mengelabui penegak hukum," ujar Saut dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (18/7/2018) malam.

Pelaku yang terlibat dalam kasus ini menggunakan kode rumit untuk daftar proyek dan perusahaan mana yang mendapatkan jatah.

Kode ini berupa kombinasi angka dan huruf yang jika dilihat secara kasat mata tidak akan terbaca sebagai sebuah daftar jatah dan komisi proyek di Labuhanbatu.

"Pihak penerima dan pemberi tidak berada di tempat saat uang berpindah," kata Saut.

Baca: VIDEO: Saat Gajah Buta dan Tua Dihibur dengan Musik Piano, Momennya Sangat Langka

Selain itu, uang yang ditarik dari cek sebesar Rp 576 juta dilakukan pada jam kantor oleh pihak yang disuruh memberi di sebuah bank.

Dalam kasus ini, uang ditarik oleh orang kepercayaan pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi Effendy Sahputra, berinisial AT.

Sebanyak Rp 16 juta diambil untuk dirinya sendiri. Sementara Rp 61 juta ditransfer ke Effendy, sedangkan Rp 500 juta disimpan dalam tas keresek dan dititipkan ke petugas bank dan kemudian AT pergi meninggalkan bank.

Uang itu nantinya akan diambil oleh orang kepercayaan Pangonal, Umar Ritonga.

"Selang beberapa lama, pihak yang diutus penerima mengambil uang tersebut," ungkap Saut.

Baca: Bupati Inhu Yopi Arianto Beberkan Alasan Mundur Sebagai Ketua DPD Golkar Inhu

Halaman selanjutnya 123
Editor: David Tobing Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Begini Awal Mula Putri Denada Ketahuan Terkena Leukemia Sumber: Berita Sumatera Utara

thumbnail

Posted by On 11:27 PM

Inilah Tokoh Yang Bersaing Jadi Caleg di Sumatera Utara.

Pileg 2019

Inilah Tokoh Yang Bersaing Jadi Caleg di Sumatera Utara

Pencalonan ini sebagai wujud komitmentnya, untuk terus menjadi bagian dari Sumatera Utara, dan mengawal terhadap pembangunan Sumatera Utara.

Inilah Tokoh Yang Bersaing Jadi Caleg di Sumatera UtaraTribun Medan/RoyandiTengku Erry dan Djarot-Sihar saat berada di Kediaman Supandi Kusuma, Jumat (16/2/2018)

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus, mendaftar sebagai calon legislatif dari PDI Perjuangan.

Keduanya kalah dalam Pilgub Sumut, 27 Juni lalu. Mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi juga maj u sebagai calon anggota dewan melalui Partai Nasdem. Pemilu serentak legislatif dan pemilihan presiden akan diselenggarakan serentak pada Rabu, 17 April 2019.

Ketua PDIP Sumatera Utara Japorman Saragih menyebutkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang diusung pada Pilgubsu lalu akan maju dalam pemilihan leglislatif 2019 mendatang.

Japorman menyampaikan hal itu di sela-sela pendaftaran Bacaleg di Aula KPU Sumatera Utara, Selasa (17/7). Menurutnya, Djarot Saiful Hidayat menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 3 mencapi 10 Kota/Kabupaten yang meliputi meliputi Asahan, Tanjung Balai, Pematang Siantar, Simalungun, Pakpak Barat, Dairi, Karo, Binjai, Langkat, dan Batubara.

Adapun Sihar Sitorus akan dicalonkan melalui daerah pemilihan Sumut 2 mencakup 19 Kota/Kabupaten (3 kota dan 16 kabupten). Meliputi 17 kabupaten yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Nias, Nias Selata n, Nias Utara, Nias Barat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir, Padanglawas, dan Padanglawas Utara. Tiga kota adalah Padangsidimpuan, Gunungsitoli, dan Sibolga.

Sihar Sitorus, membenarkan pencalonan dirinya sebagai Caleg. Pencalonan ini sebagai wujud komitmentnya, untuk terus menjadi bagian dari Sumatera Utara, dan mengawal terhadap pembangunan Sumatera Utara seperti yang dijanjikannya saat proses Pilkada.

"Tetap kawal Sumut dengan cara mengangkat potensi Sumut melalui kegiatan yang produktif, kreatif dan partisipatif," ujar Sihar melalui sambungan telepon, Selasa (17/8).

Baca: Wali Kota Medan Harapkan Buku Tentang Haji Dapat Menambah Pengetahuan Para Calon Jamaah Haji

Baca: Nekat Berjalan Belasan Kilometer Menuju Kantor, Walter Carr Dapat Kejutan di Hari Pertama Bekerja

Sihar mengajak segenap relawan Djarot-Sihar yang mendukung mereka di Pilgubsu, kemarin, supaya te tap ambil bagian dalam mengkawal pembangunan di Sumatera Utara, di tangan Gubernur Sumatera Utara terpilih, Edy Rahmayadi.

Awalnya Sihar Sitorus tidak begitu terbuka dengan pencalonannya, dia pun menanyakan dari mana Tribun-Medan.com mendapat informasi pencalonanya. Tribun Medan menjelaskan informasi tersebut disampaikan oleh Japorman Saragih, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut.

Sihar kemudian mengutarakan, mengapa begitu cepat wartawan mengetahui pencalonnya. "Wah cepat juga bocornya yah," ujar Sihar seraya tertawa.

Halaman selanjutnya 123
Editor: Royandi Hutasoit Sumber: Tribun Medan Ikuti kami di Dua WNI Diculik dan Dimintai Tebusan Rp1,6 Miliar oleh 9 Pria di Malaysia Sumber: Berita Sumatera Utara