Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 2:13 AM

Pemkab Asahan Alokasikan Belanja Hibah Rp. 108,7 miliar 2018

foto ilustrasi

tobasatu.com, Asahan | Pemerintah Kabupaten Asahan mengalokasikan anggaran belanja hibah sebesar Rp. 108.773.400.000 dari Rp. 1,58 trilun RAPBD Asahan Tahun Anggaran 2018.

Belanja hibah tersebut akan dialokasikan untuk dana biaya operasional sekolah (BOS), organisasi pemerintah, instansi vertikal organisasi pemerintah dan kelompok masyarakat perorangan yaitu bantuan operasional penyelenggaraan pendidikana anak usia dini.

Hal itu disebutkan Wakil Bupati Asahan Surya pada sidang paripurna DPRD Asahan dalam agenda Jawaban Bupati atas Pandangan Fraksi Fraksi Terhadap Nota Keuangan tentang Rancangan APBD TA 2018, di Kisaran, Selasa (5/12/2027).

“Alokasi anggaran belanja hibah 2018 sebesar Rp. 108 miliar lebih. Anggaran belanja tersebut akan dialokasikan kepada lembaga atau institusi yang membutuhkan pembangunan dan layak,” kata Surya.

Disamping itu, Surya juga menyebutkan bahwa alokasi anggaran belanja sosial sebesar Rp. 17.501.000.000. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk bantuan dana rehabilitasi rumah tidak layak huni, bantuan langsung masyarakat miskin Pamsimas, jaminan kesehatan masyarakat miskin dan bantuan kemasyarakatan lainnya.

“Penyaluran dana hibah/bantuan sosial tersebut akan dislurkan kepada intitusi tepat dan tunduk terhadap aturan yang berlaku ” kata Surya.

Sebelumnya, Frakasi Hanura DPRD Asahan mempertanyakan besaran anggaran dana hibah/bantuan sosial yang cukup besar itu pada Sidang Paripurna dengan agenda Pandangan Pandangan Fraksi Fraksi atas penyampaian Nota Keuangan tentang Rancangan Peraturan Daerah APBD 2018, Senin (4/12/2017).

Pasalnya lokasi anggaran tersebut berpeluang koruptif, apabila dis alurkan kepada lembaga lembaga ataupun organisasi yang tidak jelas alias fiktif. (ts-20).

Sumber: Google News | Liputan 24 Kisaran

thumbnail

Posted by On 2:13 AM

Kronologi Penangkapan Jaringan Narkoba Internasional Oleh ...

Kronologi Penangkapan Jaringan Narkoba Internasional Oleh Polda Sumut

Satu Tersangka Tewas, Dua Lainnya Anggota Polri

Kronologi Penangkapan Jaringan Narkoba Internasional Oleh Polda Sumut

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, memaparkan penangkapan 38 kg sabu di Mapolda Sumut, Rabu (6/12)

(jw/eal)

Rabu, 6 Desember 2017 | 16:00

Analisadaily (Medan) - Peredaran narkoba jenis sabu-sabu jaringan internasional berhasil diungkap Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara melalui Ditresnarkoba Polda Sumut. Sebanyak 38 kilogram sabu-sabu diamankan petugas.

"Sindikat tersebut merupakan jaringan internasional Malaysia-Indonesia khususnya Provinsi Sumatera Utara," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw saat paparan di Mapolda Sumut, Rabu (6/12).

Penangkapan tersebut berawal dari adanya informasi tentang jaringan internasional yang akan mengedarkan narkotika Golongan I jenis sabu-sabu di Sumut. Kemudian dilakukan penyelidikan secara intensif terhadap informasi tersebut selama tiga pekan.

"Setelah itu Dirresnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Hendri Marpaung, beserta personel Resnarkoba Polda Sumut dapat mem-profiling jaringan tersebut. Penangkapan pertama pada Sabtu 25 Nopember 2017, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut beserta anggota melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku bernama Mudawali (31) warga Jalan Marindal I Gang Madrasah, Desa Marindal I Kecamatan Patumbak," ucap Kapolda.

"Tersangka diamankan di jalan Lintas Medan-Banda Aceh Desa Batu Lenggang Kecamatan Hinai , Kabupaten Langkat, tepatnya di depan warung internet (warnet) dan barang bukti berupa enam bungkus plastik berwarna hijau bertuliskan Guan Yin Wang diduga berisi narkotika Golongan I jenis sabu dengan berat masing-masing satu kilogram dengan total keseluruhan seberat enam kilogram. Setelah diinterogasi, dilakukan pengembangan tentang adanya tempat penyimpanan sabu di Kota Medan," sambung Kapolda.

Penangkapan kedua pada Selasa 28 Nopember 2017 pukul 09.00 WIB. Berdasarkan informasi tersebut dilakukan penyelidikan terhadap gudang dari jaringan tersebut oleh anggota Ditresnarkoba Polda Sumut dan menangkap satu orang tersangka bernama Paujari (45) warga Jalan Pasar I, Kecamatan Medan Marelan beserta barang bukti berupa enam kotak yang dibungkus koran dengan merek Qin Shan masing-masing seberat satu kilogram dengan total keseluruhan enam kilogram.

"Setelah diinterogasi dan dilakukan pengembangan ke Desa Sampali, tersangka Paujari mencoba melarikan diri seh ingga dilakukan tindakan melumpuhkan dengan menembak kaki sebelah kanan. Tersangka tersungkur dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk diobati dan diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut. Hasil dari interogasi terhadap kedua tersangka, dilakukan pengembangan dan mendapat informasi adanya pengiriman narkotika golongan I jenis sabu dari Tanjungbalai menuju Medan," ungkap Kapolda.

Barang bukti 38 kg sabu di Mapolda Sumut, Rabu (6/12)

Barang bukti 38 kg sabu di Mapolda Sumut, Rabu (6/12)

Penangkapan ketiga pada Minggu 3 Desember 2017 didapat informasi jaringan tersebut akan menjemput barang yang diduga narkotika golongan I jenis sabu di Jalan Turi Medan. Sekitar pukul 11.00 WIB di bawah pimpinan Diresnarkoba Polda Sumut bersama anggota Resnarkoba Polda Sumut melakukan pembuntutan terhadap pelaku yang menjemput narkotika Golongan I jenis sabu di Jalan Turi Me dan dengan mengendarai mobil dan dilakukan pengejaran terhadap pelaku sampai di Jalan Gaperta Ujung, Medan.

Pelaku berhasil diberhentikan dan ditangkap, kemudian setelah dilakukan penggeledahan ditemukan satu tas yang berisikan narkotika Golongan I jenis sabu sebanyak 15 bungkus yang dikemas dengan bungkus teh warna kuning bertuliskan Guan Yin Wang dengan berat masing-masing seberat satu kilogram dengan total keseluruhan seberat 15 kilogram.

"Dalam penangkapan itu dua orang kita amankan yaitu Conary Pernando Sitorus alias Aguan (46) warga Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal dan Gema Sitorus (56) warga Desa Suka Maju Indah Kecamatan Sunggal," jelas Kapolda.

Setelah diinterogasi, kedua tersangka menjelaskan bahwa narkotika golongan I jenis sabu berasal dari Koro.

Kemudian petugas melakukan pengejaran terhadap pelaku yang mengendarai mobil Kijang Krista warna hitam. Namun para pelaku menabrakan kendaraannya ke kendaraan petugas. Para pelaku akhirnya ditangkap di depan lapangan bola menuju Namorambe dan menyerahkan barang tersebut.

"Para pelaku yang diamankan adalah M. Diani Sitorus alias Koro (40) warga Teluk Nibung Desa Perjuangan Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Riawan alias Athong (34) warga Jalan Gagak Hitam Medan, Basar Siregar (44) seorang yang diduga oknum Polri berpangkat AKP warga Jalan Durian Komplek Royal Durian Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, dan M. Yogi Maulana Sitompul (22) diduga oknum Polri berpangkat Bripda warga Jalan Kampung Jawa Gang Ule Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu," terang Kapolda.

Setelah para pelaku diinterogasi, petugas melakukan pengembangan lagi dan dari hasil pengembangan ditangkap dua orang kurir bernama Arif Ari Body (28) warga Jalan Tanjung Baru Pasar IX Jalan Bakaran Batu, Dusun II, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Dia adalah kurir yang memesan n arkotika Golongan I jenis sabu seberat dua kilogram.

Kemudian Jonny (45) warga Jalan Titi Papan Simpang Dobi Gang Nuri Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli. Dia adalah kurir yang memesan narkotika Golongan I jenis sabu seberat tiga kilogram.

Setelah dilakukan interogasi sabu seberat 3 Kg dibawa ke daerah Helvetia dan dilakukan pengembangan dengan membawa tersangka M. Dani Sitorus alias Dani alias Koro yang mengetahui lokasi tiga kg sabu yang diselundupkan. Pada saat turun dari mobil, tersangka Dani alias Koro berupaya melawan petugas sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur yang menyebabkan tersangka meninggal dunia.

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, memaparkan penangkapan 38 kg sabu di Mapolda Sumut, Rabu (6/12)

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, memaparkan penangkapan 38 kg sabu di Mapolda Sumut, Rabu (6/12)

Penangkapan keempat pada Senin 4 Desember 2017 dipimpin oleh Kasubdit II Ditresnarkoba dan anggota melakukan penyelidikan ke Titi Baru Desa Bakung, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat dan dilakukan penangkapan terhadap tiga orang pelaku bernama M. Aman Sapuan (22), Ahmad Zulvi (40) dan Alfa Chandra (35) yang sama-sama Desa Pekuburan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat Desa Pekuburan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, beserta barang bukti sabu seberat satu kilogram.

"Pada saat dilakukan pengembangan, tersangka M. Aman Sapuan berupaya melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan dengan menembak kaki tersangka. Dari hasil interogasi terhadap pelaku dilakukan pengembangan," tutur Paulus.

Penangkapan kelima pada Selasa 5 Desember 2017 sekitar pukul 23.00 WIB dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Sumut, Wadir beserta anggota melakukan penangkapan di Jalan Putri Hijau Medan di depan Merdeka Walk terhadap satu ora ng pelaku bernama Suryono (44) warga Jalan Perjuangan Gang Tunggal No 19 Kecamatan Medan Perjuangan dan disita barang bukti satu karung berisikan narkotika jenis sabu seberat 10 bungkus dengan berat 10 kg dan satu unit Avanza warna hitam BK 1674 KD.

Sewaktu diinterogasi tersangka Suryono berupaya melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan dengan menembak kaki tersangka.

"Dari pengungkapan kasus tersebut, selain mengamankan 38 kg sabu dan tersangka sebanyak 14 orang, 3 orang diantaranya dilakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan dengan menembak kaki, 1 orang pelaku tindakan tegas terukur meninggal dunia dan 2 orang tersangka merupakan oknum Polri. Seluruh tersangka merupakan sindikat internasional yang dikendalikan oleh bandar dari Malaysia," ungkap Kapolda.

"Para tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman h ukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana denda paling sedikit Rp 1.000.000.000 miliar dan paling banyak Rp 10.000.000.000 miliar," pungkas Paulus.

(jw/eal)

Tags :

Berita Terkait :

  • Banjir, Lalu Lintas Medan-Tanjung Morawa Padat
    Banjir, Lalu Lintas Medan-Tanjung Morawa Padat
    Selasa, 5 Desember 2017 | 14:25
  • Dirlantas Polda Sumut Bantu Uraikan Kemacetan
    Dirlantas Polda Sumut Bantu Uraikan Kemacetan
    Senin, 4 Desember 2017 | 20:34
  • Gelar Perkara Kasus Bupati Asahan Disinyalir Banyak Kejanggalan
    Gelar Perkara Kasus Bupati Asahan Disinyalir Banyak Kejanggalan
    Senin, 4 Desember 2017 | 19:15

Terbaru

  • Manchester City Terbuai Harapan Palsu Messi
    6 Desember 2017 | 16:15
  • Kronologi Penangkapan Jaringan Narkoba Internasional Oleh Polda Sumut 6 Desember 2017 | 16:00
  • Bupati Asahan Disinyalir Gelapkan Harta Milik Umat
    6 Desember 2017 | 15:37
  • DPRD Sumut Tunda RDP Mengenai Persoalan Beberapa Kampus
    6 Desember 2017 | 15:16
  • Blake Lively Cedera, Syuting 'Rhythm Section' Ditunda
    6 Desember 2017 | 13:46

Populer News

Zidane: Masih Ada 6 Bulan Lagi Untuk Ronaldo
Zidane: Masih Ada 6 Bulan Lagi Untuk Ronaldo
6 Desember 2017 | 10:16

One fine body…

Sumber: Google News | Liputan 24 Kisaran

thumbnail

Posted by On 2:13 AM

Inalum Berikan Pelatihan Satpam kepada Pemuda Sekitar

Inalum
Foto: Peserta Pelatihan Satpam PT Inalum foto bersama dengan pihak Manajemen PT Inalum.

MUDANEWS.COM, Batubara â€" PT Inalum Persero melakukan pelatihan Satpam kepada sejumlah Pemuda sekitar wilayah Pabrik Inalum, kegiatan yang turut dihadiri sejumlah Managemen Inalum (Persero) ini, yaitu Nugraha M Toyib (DGM PKBL & CSR), Ismadi Jaenal (DGM Umum) dan Susyam Widodo (Manager Seksi Pemberdayaan Masyarakat).

Sedangkan pihak Stakeholder, Ketua DPD KNPI Batubara yang diwakili Rustam, Pemerintah Desa Kuala Tanjung, Kuala Indah dan Lalang serta Ketua Organisasi Kepemudaan FPPKT Kuala Tanjung dan FPPKIN Kuala Indah.

Dalam siaran pers yang disampaikan PT Inalum kepada MUDANEWS.COM, Rabu (29/11/2017), Managemen PT Inalum (Persero), Nugraha M Toyib menyampaikan bahwa Program Pelatihan Satpam ini merupakan salah satu Program Bina Lingkungan PT Inalum (Persero) khususnya di bidang pendidikan dan pelatihan dimana tujuan dilaksanakannya program ini adalah untuk memberikan para peserta keterampilan dan sertifikasi dalam bidang pengamanan.

Sehingga untuk kedepannya, para peserta yang telah memiliki keterampilan dan sertifikasi bidang pengamanan ini dapat mengajukan lamaran pekerjaan sebagai tenaga keamanan, bukan hanya di PT Inalum, tetapi juga di hampir semua Perusahaan-Perusahaan yang ada di Batubara, bahkan tingkat Provinsi dan Pusat”.

“Dalam pelaksanaannya PT Inalum (Persero) bekerjasama dengan PT Gada Pratama Mukti, Lubuk Pakam â€" Deli Serdang yang merupakan Pusat Pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam) yang berada dibawah Binmas Polda Sumut,” tambah Nugraha dalam s ambutannya.

Sementara itu Rustam, yang mewakili DPD KNPI Batubara menyampaikan, “Kami sangat apresiasi kepada PT Inalum (Persero), karena selalu melibatkan masyarakat khususnya kami DPD KNPI Batubara dalam seluruh pelaksanaan program-program CSR Perusahaan”.

Program Pelatihan Satpam Kepada Pemuda di Sekitar Perusahaan ini dilaksanakan selama ± 20 hari sejak tanggal 27 Nopember 2017 sampai dengan 18 Desember 2017 yang diikuti oleh 20 orang peserta yang direkomendasikan oleh Pemerintah Desa dan Organisasi Kepemudaan, yaitu: DPD KNPI Batubara, Pemerintah Desa Kuala Tanjung, Pemerintah Desa Kuala Indah, Pemerintah Desa Lalang, FPPKT Kuala Tanjung dan FPPKIN Kuala Indah. Berita Batubara, Erwin

Sumber: Google News | Liputan 24 Lubuk Pakam

thumbnail

Posted by On 2:12 AM

Autour des «Stabat Mater»

Autour des «Stabat Mater»
Autour des «Stabat Mater»

Très alléchant moment de musique, vendredi soir, en l'église de Saint-Laurent-de-Neste, puisque l'Ensemble baroque de Toulouse, dirigé par Michel Brun, est invité a vec à son répertoire un programme consacré au «Stabat Mater». «Le plus célèbre d'entre eux, le «Stabat Mater» de Pergolèse, pour deux voix (soprano et contralto) et orchestre, jouit d'un grand prestige par sa beauté bouleversante, explique-t-on du côté de la Maison du savoir. Plus introspectif, Vivaldi propose...

Sumber: Google News | Liputan 24 Stabat

thumbnail

Posted by On 2:11 AM

Kubu Raya Masih Perlu Penataan Data Kembali Sebagai Daerah Baru

Kubu Raya Masih Perlu Penataan Data Kembali Sebagai Daerah Baru

Ketua Tim Ekspedisi Surveilan Kalimantan, Naning mengatakan tibanya tim ekspedisi sampai di Kalbar, merupakan akhir perjalanan.

Kubu Raya Masih Perlu Penataan Data Kembali Sebagai Daerah BaruTRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBEKetua Tim Ekspedisi Surveilan Kalimantan, Naning saat memberikan sambutan setibanyabdi Puskesmas Ambawang dari perjalanan ekspedisi, Rabu (6/12/2017).

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.iD, KUBU RAYA - Kabupaten Kubu Raya menjadi finish kedatangan tim ekspedisi surveilans kalimantan, dalam rangka melakukan survei guna pencegahan dan pencarian solusi bersama terhadap penyakit-penyakit menular dan tidak menular.

Akhir perjalanan tim ekspedisi surveilan tiba di Puskesmas Sungai Ambawang, Rabu (6/12/2017).

Kedatangannya mendapat sambutan dari pejabatan daerah dan propinsi. Dengan rangkaian ekspedisi. Melaksanakan pengobatan gratis, pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) serta pemberian sertifikat Data Lengkap Imunisasi (DLI) kepada ibu dan bayi.

(Baca: Hadir di Kalbar, Ini Kata Arumi Bachsin Soal Program KB )

Ketua Tim Ekspedisi Surveilan Kalimantan, Naning mengatakan tibanya tim ekspedisi sampai di Kalbar, merupakan akhir perjalanan.

Tapi untuk rangkaiannya tetap berkelanjutan, karena pelaksanaan surveilans merupakan rankaian dari sebelum dan sesudahnya.

(Baca: Setelah Terbongar, Beginilah Nasib Tersangka Jaringan Gay Pontianak Yang Terkena HIV/AIDS )

"Kubu Raya ini sebagai daerah baru pasti banyak hal-hal komponen yang perlu ditata ulang,&qu ot; katanya, Rabu (6/12).

Menurutnya, kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan surveilans berdasarkan pendataan. Makanya permasalahan data akan memberikan pengaruh besar. Masalah pendataan disini memang perlu penataan kembali.

"Surveilans ini menggunakan data serial berkelanjutan. Karena daerah baru seperti Kabupaten Kubu Raya belum punya data sebelumnya sehingga data yang lalu dari kabupaten induk bisa ditari sebagai data surveilan," jelasnya.

Naning mengungkapkan untuk penyakit masalah utama di Kubu Raya, ada, TB, Rabies, Diare, DBD, Hipatitis Virus, HIV/AIDS.

"Bahwa kespedisi adalah momentum sebetulnya ada kegiatan lain. Tapi sebelumnya ada sesudahnya ada. Kami terbitknat triput segingga nanti ada kelanjutan. Adakah strategi pencegahan penyakit bisa dilakukan bersam-sama," pungkasnya.

Penulis: Madrosid Editor: Dhita Mutiasari Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Dituding Siarkan Langsung Pornografi Anak di Facebook, TKW Ini Alami Nasib Apes Sumber: Google News | Liputan 24 Raya